Ada rindu yang terpaksa terusir jauh
Kala kata tak lagi tersirat makna
Saat emas tak lagi bercahaya dalam diamnya
Hanya airmata berucap duka yang meratap
Terus tumpah...
Hingga berlimpah darah bernanah-nanah...
Entah apa ambisi
Menyambut rindu yang terus kembali
Meski tipu patahkan hati berkali-kali
Tak tahu apa yang didamba
Hingga sejati tak kasat mata
Luluh lantak oleh angkuh yang tercipta
Sinis menjadi manis
Lambat tersadari jiwa telah teriris
Nyanyian haru mengalun merdu
Memulangkan rindu yang kini pilu membiru
Pontianak, 23 Januari 2016
No comments:
Post a Comment