Ada rindu yang terpaksa terusir jauh
Kala kata tak lagi tersirat makna
Saat emas tak lagi bercahaya dalam diamnya
Hanya airmata berucap duka yang meratap
Terus tumpah...
Hingga berlimpah darah bernanah-nanah...
Entah apa ambisi
Menyambut rindu yang terus kembali
Meski tipu patahkan hati berkali-kali
Tak tahu apa yang didamba
Hingga sejati tak kasat mata
Luluh lantak oleh angkuh yang tercipta
Sinis menjadi manis
Lambat tersadari jiwa telah teriris
Nyanyian haru mengalun merdu
Memulangkan rindu yang kini pilu membiru
Pontianak, 23 Januari 2016
Friday, 4 November 2016
Pergiku Bukanlah Akhirmu
Wahai kekasih berhati baja,
Bukan maksudku mencipta luka...
Kita terkoyak oleh rasa yang tak sama,
Terjebak di kisah tak semestinya
Mungkin pura pun takkan mampu menutupi sejatinya kita
Wahai kekasih bertutur lembut,
Bahagia yang kita jemput berada di drama berbeda
Ketahuilah bahwa harap tak mesti nyata...
Maaf yang mustahil terkata,
Terbungkam oleh iba airmata
Wahai kekasih pemeluk rindu dalam bisu,
Tegarlah melihatku berlalu
Mengertilah..,
langkahku takkan mungkin kau cegah
Dan percayalah..,
pergiku bukanlah akhirmu
Pontianak, Senin 24 Oktober 2016
Apa Kabar Hati?
Apa kabar hati?
Lama kita tak saling sapa
Pertama kali kau kutemukan, begitu banyak retak di dirimu
Seakan kau penanggung segala derita
Masih setiakah kau pada duka?
Apa kabar hati?
Patahkah kau kini?
Ingatkah janji untuk teguh dari rapuh?
Memang tak mudah, namun mencoba bukanlah salah
Bertahanlah hati..,
Semoga saja bahagia itu kembali...
Rabu, Pontianak, 26 Oktober 2016
Biazta CD Almuthahar
Lama kita tak saling sapa
Pertama kali kau kutemukan, begitu banyak retak di dirimu
Seakan kau penanggung segala derita
Masih setiakah kau pada duka?
Apa kabar hati?
Patahkah kau kini?
Ingatkah janji untuk teguh dari rapuh?
Memang tak mudah, namun mencoba bukanlah salah
Bertahanlah hati..,
Semoga saja bahagia itu kembali...
Rabu, Pontianak, 26 Oktober 2016
Biazta CD Almuthahar
Subscribe to:
Comments (Atom)
