VIBRASI
Vibra itu sebenarnya
terjadi saat kita “ membunyikan “ suara, ini akibatnya adanya kontraksi pada
pita suara.
Ketika kita bernafas,
pita suara akan terbuka dan udara akan lewat tanpa menghasilkan suara, tapi
ketika kita hendak bersuara atau menyanyi, maka pita suara akan merapat dan
udara dari dalam membuat pita suara tersebut bergetar untuk menghasilkan
bunyi-bunyi tersebut.
Sebagai bukti cobalah
pegang jakun atau tenggorokan tengah atau leher kalian untuk hururf-huruf
seperti S, SH, F, maka tidak getaran di jakun itu, tetapi coba kalau dengan
huruf-huruf G, K, NG, “aaahhh”, maka akan terasa getaran. Begitulah bagaimana
proses awal mula vibrasi atau getaran. Nah, ide dari getaran tersebut
diaplikasikan pada nyanyian, berguna untuk :
1. Ekspresi (secara emosi)
2. Memudahkan untuk mencapai nada-nada tinggi (secara teknik).
A. VIBRASI
Sebagai ungkapan bunyi,
vibrasi atau getaran suara memang
diperlukan, khususnya nada panjang. Dalam lagu anak-anak, mars, atau pantun, cara demikian memang
kurang terasa manfaatnya. Namun pada lagu-lagu seriosa, pop, ataupun keroncong
akan besar manfaatnya untuk menyentuh perasaan pendengar. Yang tidak dibenarkan
ialah kebiasaan membuat teknik tremolo
(vibra yang berlebihan dan tidak normal) selama menyanyi, yang membuat suara
bergelombang sampai mendekati setengah nada atau bahkan lebih.
Bagaimana cara melatih
vibra ?
- Cobalah untuk relaks.
- Nyanyikan nada dengan benar dengan nada tinggi (jangan terlalu tinggi).
- Rasakan udara yang mengalir dari dalam ke luar atau pita suara.
- Rasakan getarannya.
- Fokus dan coba untuk mendapatkan vibrasi tersebut pada nyanyian secara natural. Ingat, jangan dibuat-buat seperti menggerakkan bagian tenggorokan kalian hingga bergerak secara berlebihan, hal ini malah akan menguras energi dan membuat suara tidak stabil atau tidak jelas tone-nya.
- Kalau sudah terasa vibrasinya baru boleh menggerakkan bagian dalam tenggorokan dengan seperlunya, tidak perlu berlebihan, tergantung ekspresi dan kebutuhan lagu.
- Ingat, vibrasi yang baik adalah vibrasi yang secara natural terbentuk dengan getaran yang stabil. Jadi mesti dilatih pelan-pelan, yang pentig stabil…stabil…stabil…
Pemahannya begini :
suara (nada) yang keluar digetarkan oleh udara yang ada di dalam rongga mulut,
jadi kalian yang mengatur dan mengontrol getaran atau gelombang udara yang ada
di dalam rongga mulut., sehingga menghasilkan getarn (vibrasi). Kata lainnya :
udara yang berada di dalam rongga mulut yang digetarkan, atau dibuat gelombang
sehingga terdegar bergoyang-goyang, jadi bukan pakai getaran dari tenggorokan
atau jakun, disebut juga tremolo.
Salah satu cara melatih vibrasi bisa dengan bantuan gerakan rahang bawah, jadi
gerakan gelombang udara dalam rongga mulut dibantu dengan gerakan naik turun
dari rahang bawah yang dilatih pada saat membunyikan satu nada panjang, selama
misalnya antara 10-20 ketukan tempo sedang. Paling mudah dengan menggunakan
huruf vocal O atau U, kalau vocal A dan I udara di rongga mulut sangat sedikit,
sehingga lebih sulit dibandingkan vocal O atau U, misalnya nada 1=Do atau 5=Sol
(bunyikan tanpa huruf L, jadi hanya “So”).
Bagaimana cara memunculkan vibrasi dalam bernyanyi ?
Kalian harus belajar teknik pernafasan dulu. Kalau
sudah kalian menguasai teknik pernafasan antara perut dan dada (diafragma), kalian bisa membuat vibrasi itu. Tidak sulit jika kalian sudah mengerti
teknik pernafasan diafragma.
No comments:
Post a Comment